Hoamm........
Aku terbangun dari tidur panjangku. Hari ini hari libur, dan aku malas untuk beranjak dari kasur. Dan, " Liaaa..., ayo cepetan bangun. Sudah jam berapa ini." mama berkata. Ah, malas sekali aku. EWntah mengapa, badanku remuk semua. Seperti terjun dari ketinggian 1000 meter. Sial!! Tepat pukul 08.00 aku segera mandi. Matahari itu menyengat hebat." Auuww...." Aku menginjak sesuatu. Ternyata sebuah jarum yang jatuh kemarin malam, belum sempat aku ambil. Bertambah pula kesialanku pagi ini.
Sekolah, hari Sabtu gini juga masi harus ke sekolah. Nggak penting banget. "Aduh.., Udah jam berapa ini, kamu baru dateng??" ucap seorang temanku yang bawel. Dia bernama Siska. Cewek cantik blasteran sunda itu adalah sahabatku. "Iya iya maaf. Aku kemarin abis lembur ngerjain tugas hari ini.Yaudah yuk masuk aja ke dalem. Kali aja ada mas-mas ganteng yang bisa dikecengin." Dengan sekejap saja aku bisa melihat ada banyak orang yang berada di dalam sekolah. "Hari libur gini kok sukanya masuk sekolah"gerutuku.
Aku baru menyadari jika ternyata Siska tidak mengikutiku. "Sial, kemana sih dia. Udah disuruh dateng pagi begini, eh dianya malah keluyuran nggak jelas. Basi." gumamku. Entah mengapa aku merasa bad feeling hari ini. Ingin marah terus kerjaannya. Mau dapet kali ya. Ya sudahlah, aku ke kelas saja dulu mungkin sudah ada Tomas dan Kevin di sana. Di perjalananku yang seperti hari biasa, aku melihat ada keganjilan di balik pintu itu. Benar. Aku melihat sepasang bola mata coklat itu lagi. Terakhir kali aku melihatnya satu minggu yang lalu. Dan ternyata Tuhan mendengar doaku. Aku rindu sekali melihatnya dengan kacamata tipisnya itu. "Hei... bicara dengan siapa kau , Dona? tanya Kevin yang sedang melihat ke arahku. "Oh oh oh ... Ehmm... Tidak. Aku tidak melihat siapa-siapa. Eh maksudku aku tidak sedang bicara dengan siapa-siapa. Kau saja mungkin yang salah penglihatan." bohongku tak keruan.
Lho lho lho ... kemana perginya? Ah sial lagi, aku kehilangan jejaknya. "Don, tadi kamu lihat Siska nggak? Aku sudah meneleponnya tapi tidak ada jawaban." tanya Kevin. "Em... Aku juga nggak tau. Aku kira dia sudah di sini. Habisnya dia ngilang gitu aja tadi nggak nunggu aku." "Emangnya kenapa sih? tanyaku dengan penasaran. "Eh anu.. ehm.. nggak papa kok. Cuma kok nggak ada suara cemprengnya aja. Jadi garing." jawabnya. "Hahahahahhaa..... Apa kau suka dia? Sudahlah jangan bohong, aku tau kau menykainya sejak pertama masuk sekolah." sok tauku. Kevin tampak bingung kelimpungan menjawab bertubi-tubi pertanyaanku. Ah, masa bodoh. Yang penting sekarang, aku harus menemukan si kacamata itu. "Dimana ya dia?" "Apa? Dia siapa maksudmu?" Kevin menjawab tanpa ku minta. "Oh.. maksudku Siska. Dimana ya dia." ngelesku.
Setengah jam kemudian, barulah si cempreng itu datang tanpa diundang. "Haloo semuanya. Maaf ya, tadi aku ditelepon mama. Aku disuruh nemenin sebentar ke rumah tante. Maaf ya sudah buat kalian menunggu." jelas Siska. "Alah. Basi loe. Kita udah garing kering kerontang nunnguin loe nggak balik-balik. Kita cemas tau nggak sih Sis." sewotku. "Sudah sudah. Jangan beranterm gitu deh. Cepetan ngerjain keburu siang." potong Tomas yang sedari tadi diam.
Akhirnya kami semua ngerjain tugas sampai sore. Dan, aku melihatnya. Sekelebat bayangan yang berada di lorong itu. Aku penasaran dan menghampiri. "Hei, sedang apa kau di sini?" tanyaku yang penasaran. "Eh.. anu ehm.. Saya lagi melihat burung kecil itu. Tadi jatuh dan sayapnya patah." jawabnya gelagapan. Aku tidak mngerti dengan apa yang sedang dilihtanya. Tapi jawabannya itu membuat aku kagum. Sebegitu kasihannya dia melihat burung kecil yang sayapnya patah. Aku ttak akan sebegitunya. "Oh.. oke. Maaf mengganggu. Aku Lia. Anak XI-1. Kalau kamu? Aku jarang melihatmu?" tanyaku penuh dengan semangat. " Saya Faldy. Anak XII-3. Saya memang tidak suka muncul di lingkungan sekolah baru saya." jawabnya datar.
Aku mengamatinya. Dia begitu sempuna. Matanya yang dalam, hidungnya yang mancung, parasnya yang ganteng, bibirnya yang kecil, senyumnya yang memnuatku meleleh. Dan kesimpulannya adalah AKU SUKA DIA.....Di kelas.
"Kemana sih anak itu? Tadi katanya mau pipis, tapi kok lama banget!" keluh Siska.
"Iya nih. Kemana ya anak itu? sambung Kevin.
"Eh, hai.. Maaf ya lama. Tadi aku habis ketemu orang. Jadi aku ngobrol-ngobrol dulu." sapaku.
"Emang, siapa Li? Kok kamu kelihatan happy banget? Hayo?? potong Siska.
"Ada deh. Mau tau aja kamu." selaku.
Hari ini capek juga ya. Nggak di sekolah, di rumah. Sama saja. Tapi, aku senang banget. Ternyata namanya Faldy. Cowok yang aku kira makhluk halus itu bernama Faldy. Semoga besok aku bertemu lagi dengannya. Dan semoga juga, dia mengingatku.
Malam ini aku ingin memimpikannya. "Oh.. Pangeran berkuda putihku. Hahahaha...." andaianku.
"Aww... Ada apaan sih mbak? Ternyata yang datang adalah kakakku. "Nggak papa. Kamu aneh saja." gumamnya tidak jelas. "Geje tau nggak sih. Orang lagi seneng kok nggak boleh." cuekku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar