Jumat, 04 Maret 2011

My Sweet Seventeen

Hari itu adalah tanggal 3 Maret 2011
Hari dimana aku dilahirkan ke bumi ini. Melihat semua isi dunia yang sempurna penuh warna.
Pukul setengah 5 pagi, aku bangun. Telah ada 3 sms yang nampang di layar.
"Selamat Ulang Tahun Cecilia Ayu Damayanti........"
Terima kasih ya Allah, Kau memberiku hari ini. Hari ini aku akan menjalaninya dengan suka cita.
Setelah sampai di sekolah, anak-anak banyak yang ngucapin selamat ulang tahun. Seperti sama dengan tahun-tahun lalu. Tidak ada yang spesial dari tahun ini. Hanya ada angka 17 saja di dalamnya. 

Aku tidak tahu kenapa rasanya bosan sekali hari itu. Tidak ada yang istimewa. 
Di istirahat pertama, aku langsung terjun ke bawah untuk mengamnbil macaroni scottle dari mama. Ini adalah makanan traktiran dari aku untuk anak-anak. Nggak cukup itu saja, aku juga beli 29 teh pocy buat mereka semua. Aku seneng banget waktu ngeliat anak-anak lahap banget maem scottle-nya. hahahahha... Rasa banggapun datang. Makasih mama, mama hebat banget.

sms yang masuk bertubi-tubi datang dari teman-temanku. Ternyata mereka semua masih inget sama ultahku. Aku pikir udah pada lupa. Kenapa hari ini begitu lama? Sahabat-sahabatku juga pada meng-geje semua. Gila nggak waras. Tapi itu udah biasa. Aku mulai curiga ketika aku melihat ada 1 kresek putih di bawah lantai, dekat dengan tasnya si Fitri, apa itu kado ya?? Hem.. cuma mimpi kali ya dapet kado dari orang. Dan, apa yang terjadi selanjutnya...............

Surprise..............
Sekolah telah usai, dan inilah saatnya para anak buahnya Satria, guru TIK, seseorang yang istimewa, datang..... Mereka, anak-anak semua itu ternyata sudah tahu kalau akan ada ini semua. Datanglah, sesosok orang berpakaian kemeja masuk membawa kue dari Dapur Chocolate yang aku tahu itu gede banget. 20x40 cm. Di kue itu ada tulisannya, " Selamat Ulang Thun yang ke-17." 
Aku shock, kaget, nggak nyangka, dll. Aku bingung mau bilang apa. Nggak tahu harus gimana. Aku seneng banget. Banget. Ini ulang tahun terindah dalam hidupku. Potongan pertama, untuk Satria. Dan selanjutnya, udah pada sibuk diabisin sama anak-anak. Dasar maruk semua. 

Taraaaaaaaa.....
Ternyata nggak cuma itu, Fitri, Isma, Neny, Indi,Amalia juga punya kejutan. Kado yang udah buat aku penasaran itu ternyata memang buat aku. Makasih buat kalian... muuuaachhh...
Pulang sekolah, aku pergi ke delta sama Sat, buat nraktir dia maem di Master D. Terus pergi ke J.CO buat beli donat untuk anak-anak YPIA.Waktu udah nunjukin pukul 5 sore. Lantas kami langsung menuju ke YPIA. Pukul setengah 7 malam, surpriseee..... 
Anak-anak YPIA juga ucapin met ultah ke aku. Kami makan donat bareng-bareng. Seru banget rasanya. 

Sepulang dari YPIA, Satria nggak aku bolehin pulang dulu. 
Aku masuk ke rumah, eh ternyata ada pacarnya mbak Dita. Mas Yana juga ucapin met ultah buat aku. Ini mana sih kok nggak ada kado lagi?? ahahhaha.. (ngarep banget). Aku langsung mandi, dan segera bergabung dengan yang lainnya. "Mama kok nggak ada acara tiup lilin sih? Lia kan pengen tiup lilin." itu adalah ungkapan dalam hatiku. Ternyata, aku membuat seatu kebodohan. Kebodohan di hari ulang tahunku. Aku ngejek Satria. Diaq marah banget. Dan mulai bersikap dingin. Aku saat itu nggak ngerti kenapa dia jadi dingin. 

Kian malam, dan dia memutuskan untuk pulang. Aku mengiringi kepulangannya dengan cemberut. Kok jadi gini sih acaraku? Aku masuk ke kamar berniat untuk tidur. Karena aku rasa sudah ada yang bisa untuk diajak bicara. Membosankan. Memuakkan. Namun, tak begitu lama kemudian, mama masuk kamar. Meminta maaf dengan tangis air mata."Lia, maaf ya. Mama nggak berniat bikin kayak gini. Mama malu, sungkan sama Satria. Dia bawa kue segitu gedenya,tapi mama cuma punya 1 kue tart kecil. Nggak sebanding sama punya Satria. Maaf ya. Ini kado buat kamu. Semoga kamu jadi anak yang pintar, berguna, bisa banggain mama papa, semuanya bisa terwujud. Maaf ya Lia. Mama nggak bermaksud buat Satria nunggu lama dan marah."
"Nggak papa kok mah. Dia nggak marah. Dia juga nggak peduli mau kue punya mama seberapa. Mama nggak perlu sungkan.Makasih mah." dan linangan air mataku pun tak dapat aku hentikan. Begitu dalam dan menyesakkan. Sakit. Begitu sakit, hingga aku tertidur pulas dengan air mataku.


Hari berganti, dan di keesokkan harinya aku berkata," Aku pengen tiup lilin mah." Mama bingung. dan langung mengambil kue tart kecilnya. Diatasnya ada lilin berbentuk angka 17. Ketika dinyalakan, dan aku berharap dalam hati. Harapan yang nggak akan pernah pudar. Terus berharap. Semoga aku bisa mewujudkannya. Amin. Kamera, jepret-jepret, Dita mengambil fotoku ketika aku tiup lilinku di tanggal 4 Maret ini. Tidak ada masalah buatku, yang terpenting adalah bagaimana aku bisa memaknai bertambahnya usiaku dengan sebuah kedewasaan dan tanggung jawab. Terima kasih untuk semua kado-kadonya mah, kak, dek, teman-teman semua.Makasih kalian semua masih sayang dan peduli sama aku.
Aku kira semua ini akan berakhir begitu saja, tapi ternyata belum.
Pertengkaranku dengannya kemarin belum usai. Kami saling bicara dan aku terus meminta maaf. Dia marah. Aku takut. Ingin menangis. Tapi nggak ada guna. Aku tatap dia, berusaha berbicara dan meyakinkannya kalau aku nggak akan ulangi lagi sikapku itu. Dan, dia tersenyum. Senyumannya yang aku tunggu-tunggu.
Kami berbaikan kembali.
Dan semua telah berakhir dengan bahagia.


Ya Allah, semoga ini semua adalah kenangan terindah untukku selama SMA. Bersama mereka semua, aku bisa menjadi diriku apa adanya. Bersama mereka aku tahu, bahwa aku tidak bisa hidup tanpa kawan, sahabat, keluarga, dan cinta.


SELAMAT ULANG TAHUN CECILIA AYU DAMAYANTI YANG KE-17.......